Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses - Dalam dunia otomotif komponen komponen pendukung seperti bearing, seal, gasket dan hose merupakan komponen yang harus dijaga selalu kondisinya. Walaupun kecil dan bentuknya sederhana komponen ini sangat menunjang untuk memberikan performa yang optimal pada kendaraan. Jika terjadi kerusakan pada seal mungkin banyak hal yang akan terjadi sebagai dampak dari kerusakannya. Jika kerusakan terjadi pada gasket dan hoses pun akan demikian. Lalu apa sebenarnya bearing, seal, gasket dan hoses itu? sebagai pengguna kendaraan pernahkah kalian melihatnya?

Ok untuk tau lebih jauh mengenai bearing, seal, gasket dan hoses kita harus tau terlebih dahulu sebenernya komponen ini apa si dan bagaimana bentuknya.

Pengertian Bearing, Seal, Gasket dan Hoses

Bearing adalah komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dari poros yang berputar sehingga sistem dapat berputar dengan lembut.

Seal adalah suatu bagian yang berperan sebagai perapat untuk mencegah terjadinya kebocoran pada peralatan atau mesin.

Gasket adalah salah satu jenis perapat yang banyak digunakan untuk merapatkan celah kecil pada komponen statis (diam).

Hoses adalah saluran dalam bentuk selang yang digunakan untuk menghubungkan komponen sistem hidrolik yang bergerak. Selang ini harus fleksibel dan tahan terhadap pressure (tekanan yang tinggi).

Bearing 

Fungsi Bearing 

  1. Mengurangi gesekan sehingga meredam laju keausan pada poros putar
  2. Mengurangi panas pada bagian yang bergerak. Hal ini terjadi karena gesekan yang cukup minim jika menggunakan bearing
  3. Menahan beban shaft dan mesin
  4. Menahan radial load dan thrust load
  5. Menjaga toleransi kekencangan
Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik bearing harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Material bearing harus memiliki koefisien gesek yang kecil
  2. Bearing harus mudah dilumasi
  3. Kekuatan material bearing harus cukup kuat untuk menahan poros
  4. Bearing harus cukup kuat menahan radial load dan thrust load tanpa mengalami perubahan bentuk
  5. Bearing haruslah tahan aus dan karat
  6. Mudah dilakukan penggantian jika terjadi kendala

Jenis bearing/bantalan berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros

1. Bantalan luncur

Pada bantalan luncur terjadi gesekan luncur antara poros dengan bantalan, karena permukaan poros yang ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantara lapisan oil film.

Pada bantalan luncur, tidak ada elemen lain antara bantalan dengan bagian yang bergerak. Bantalan luncur digunakan pada poros yang memiliki kecepatan putar yang tinggi. Salah satu yang menggunakan bantalan luncur pada bagian kendaraan adalah poros engkol.

Keuntungan menggunakan bantalan luncur:

  1. Dapat menahan putaran yang tinggi
  2. Mudah dalam melakukan pemasangan
  3. Harga yang murah dibandingkan degan bantalan gelinding
  4. Dapat bekerja pada mekanisme dengan getaran/goncangan yang tinggi
Kekurangan menggunakan bantalan luncur:
  1. Gesekan besar pada waktu mulai jalan
  2. Panas yang timbul dari gesekan cukup besar
  3. Pelumasan tidak lebih sederhanadibandingkan dengan tipe gelinding

2. Bantalan Gelinding

Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan bagian yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol jarum dan rol silinder.

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)

Keuntungan menggunakan bantalan gelinding:

  1. Cocok untuk beban kecil
  2. Friksi yang kecil
  3. Pelumasannya sederhana
Kekurangan menggunakan bantalan gelinding:
  1. Harga lebih mahal karena bentuk komponen dan part lebih kompleks
  2. Kurang cocok digunakan pada putaran tinggi dan menimbulkan suara

Jenis bearing/bantalan berdasarkan arah beban terhadap poros

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)

1. Bantalan Radial
Bantalan radial digunakan apabila gaya reaksi atau arah beban jauh lebih banyak mengarah ke arah tegak lurus dari garis sumbu poros putar

2. Bantalan Aksial
Bantalan aksial digunakan apabila gaya reaksi atau arah beban jauh lebih banyak mengarah sepanjang garis sumbu poros

3. Bantalan Gelinding Khusus
Dapat menumpu beban arah sejajar dan tegak lurus sumbu poros

Untuk mengetahui secara khusus jenis-jenis bearing dan pemakaiannya bisa klik jenis-jenis bearing yang wajib kamu tahu!

Seal 

Fungsi Seal

Seal merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk mencegah masuk dan keluarnya fluida. pemakaian seal harus disesuaikan dengan karakteristiknya. Pada dasarnya seal ini digunakan sebagai perapat.
Pada mesin sendiri terdapat 2 jenis perapat yaitu perapat statis dan perapat dinamis. Apa itu perapat statis dan perapat dinamis?
  • Perapat statis adalah perapat yang digunakan pada komponen yang tidak bergerak
  • Perapat dinamis adalah perapat yang digunakan pada komponen yang bergerak.
Karena fungsinya sebagai perapat seal merupakan bagian yang sangat penting di dalam suatu komponen otomotif, sehingga perlu secara berkala dilakukan penggantian. berikut merupakan fungsi dari seal yang dipakai pada bidang otomotif:
  1. Menjaga agar tidak terjadi kebocoran pelumas (lubrikasi)
  2. Melapisi permukaan yang tidak rata
  3. Menjaga agar kotoran dan material lain tidak masuk ke dalam sistem
  4. Menjaga agar komponen tidak cepat rusak.
  5. Memberikan batasan pada cairan agar tidak bercampur

Macam-macam Seal

Berikut merupakan macam-macam seal yang digunakan dalam bidang otomotif:

1. O-ring Seal

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)
O-Ring Seal

O ring seal merupakan jenis statik seal (perapat yang diaplikasikan pada komponen yang diam). O ring berbentuk cincin yang sangat lunak terbuat dari karet sintetis atau plastik.

2. Lip Seal

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)
Lip Seal

Lip seal adalah salah satu jenis dynamic seal yang banyak dipakai pada konstruksi alat berat. Lip seal digunakan di semua jenis pengoprasian dan mencegah tidak beroprasinya mesin karena panas akibat gesekan. Lip seal juga memiliki fungsi untuk mencegah bercampurnya pelumas atau cairan.

3. Duo Cone Seal

Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)
Duo Cone Seal

Duo cone seal berfungsi untuk menjaga kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem mesin serta menjaga kebocoran pelumas pada mesin. Seal jenis ini lebih bisa menahan terjadinya karat, dan menahan kebengkokan shaft.

Gasket

Fungsi Gasket

  1. Mencegah kebocoran dari sambungan-sambungan yang didalamnya mengalir fluida bertekanan
  2. Sebagai segel mekanik yang mengisi ruang antara 2 permukaan yang digabungkan
  3. Perapat untuk merapatkan celah kecil pada komponen statis

Macam-macam Gasket

Kalau kalian berkecimpung di dunia otomotif pasti sudah tidak asing lagi dengan gasket. dimana kalian mungkin menemukannya ketika melepas head silinder, sambungan sambungan dan pada komponen komponen tertentu yang dialiri fluida bertekanan. 

Nah tentuya pemakaian gasket ini disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan material pembentuknya.

Gasket dapat dibedakan menjadi 3 yaitu gasket non metalic, semi metalic dan gasket metalic. 

Tiap jenis ini memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda baik dalam segi operating pressure maupun operating temperatur.

Dari ketiga jenis diatas memiliki karakteristik minimal yang sama yaitu:

  1. Daya tahan yang memadai
  2. Tidak mengkontaminasi sistem
  3. Tidak terkorosi
  4. Mampu menahan tekanan
  5. Tidak rembes
  6. Memiliki elastisitas yang cukup/memiliki fleksibilitas yang tinggi

Macam-macam bahan pembuat gasket

1. Kertas
Gasket berbahan kertas digunakan pada kendaraan untuk menyegel air, oli maupun minyak. Gasket dengan bahan kertas ini bisa menahan tekanan sampai dengan 120 Psi dan temperatur sampai 120 derajat celcius.

2. Kertas yang dipernis
Gasket jenis ini digunakan bila cairan bisa diserap oleh kertas biasa

3. Gabus
Gasket berbahan gabus bisa dipasang pada penyambungan 2 komponen dengan permukaan yang kurang rata. Gasket jenis ini memiliki ketahanan yang baik terhadapa minyak tetapi tidak cocok terhadap air.

4. Gabus campur karet
Gasket gabus sangat mudah sobek. Pencampuran gabus dengan material lain yang lebih elastis akan memperbaiki karakteristik dari gasket. Gasket jenis ini merupakan pencampuran dengan neoprene atau nitrile sehingga menghasilkan bahan dengan kekuatan lebih tinggi dan lebih fleksibel.

5. Logam
Gasket logam digunakan untuk sambungan yang tidak memungkinkan bagi gasket dengan bahan lain untuk menahan kondisi kerja yang terlalu berat. Gasket logam ini terbuat dari bahan seperti timah, almunium, tembaga, kuningan, dan bahan logam lain yang dapat digunakan sebagai gasket.

6. Karet
Bahan ini adalah salah satu bahan gasket yang paling serbaguna. Bisa digunakan dalam kondisi dingin maupun panas.

7. Grafit yang dilapisi kain
Gasket jenis ini cocok untuk sambungan yang mengalirkan air panas atau uap.

8. Asbes yang dilapisi tembaga
Gasket jenis ini cocok untuk digunakan pada sambungan yang memiliki temperatur yang tinggi.

Itulah pembahasan seputar Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis). Untuk artikel lain seputar ilmuotomotif bisa dilihat pada tautan lain di Ilmuvokasi.com.

Post a Comment for "Bearing, Seal, Gasket dan Hoses (Pengertian, Fungsi dan Jenis)"